Cerpen Negeri Para Pemburu
NEGERI PARA PEMBURU Seorang lelaki tua yang rambutnya sudah beruban berjalan tertatih duduk di bundaran dekat tugu pahlawan. Pakaiannya batik dan sarung yang belum disetrika membuatnya seperti orang jalanan yang biasa meminta sedekah ke rumah-rumah warga. Namun seringkali orang menilai orang dari penampilan luarnya tanpa menengok lebih dalam. Ibarat buku, orang akan memilih sampul yang menarik untuk dibeli tanpa memikirkan isinya. Orang-orang yang lalu lalang mungkin tak akan percaya orang tua yang berpakaian sederhana itu bisa menguasai 4 bahasa. Mungkin mereka akan melakukan verifikasi dulu jika memang benar bapak tua tersebut pernah ke 5 negara. Sebut saja namanya Pak Nugroho. Pelajar Indonesia di Paris sebelum ia diminta pulang ke tanah air tahun 1998. Ia merasa masa mudanya bermakna meski ia tak punya kepiawaian lain selain berbohong dan berdiplomasi. Apapun itu, dulu...







